TEMPUYUNG, TANAMAN PENGHANCUR BATU GINJAL

on

            Tempuyung atau Sonchus arvenshis L. Merupakan tumbuhan berdaun licin dengan sedikit warna ungu dengan tepi berombak dan bergigi tidak beraturan. Tempuyung lebih sering dilihat sebagai tanaman penghijau halaman. Memang, ada pula yang memanfaatnya sebagai lalapan, meski rasanya sedikit pahit. Tapi lebih dari itu, tempuyung juga dikenal dapat membantu menurunkan  tekanan darah dan alternatif penghancur batu ginjal. Daun berombak memeluk batang inilah yang dipercaya memiliki efek farmakologis. Di antaranya: menghilangkan rasa panas dan racun, diuretik (peluruh kencing), penghancurkan batu ginjal dan menurunkan tekanan darah tinggi. Secara fisik, tanaman ini memiliki rasa pahit dan bersifat mendinginkan. Pada prinsipnya, semua bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan. Tapi yang paling sering adalah bagian daunnya.

            Daun tumbuhan ini dapat digunakan sebagai obat dengan kandungan kimia saponin, flavonoida, politenol, alfa-lactucerol, beta-lactucerol, manitol, inositol, silika, kalium, taraksasterol. Hasil penelitian yang dilakukan oleh almarhum Prof. Dr. Sarjito dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta menunjukkan, kandungan kalium dalam tempuyung dapat membantu menghancurkan batu ginjal. Di dalam daun tempuyung itu terkandung kalium berkadar cukup tinggi. Kehadiran kalium ini membuat batu ginjal, berupa kalsium karbonat, tercerai berai, karena kalium akan menyingkirkan kalsium untuk bergabung dengan senyawa karbonat, oksalat, atau urat yang merupakan pembentuk batu ginjal. Hingga akhirnya endapan batu ginjal itu larut dan hanyut keluar bersama urine.

RAGAM KEGUNAAN TEMPUYUNG

  • Mastitis

15 gram tempuyung ditambahkan 2 gelas air dan madu secukupnya untuk mengurangi rasa pahit. Kemudian direbus hingga airnya menjadi satu gelas. Untuk konsumsi tambahkan madu dan minum selagi hangat.

  • Bisul

5 hingga 10 lembar batang dan daun tempuyung dicuci hingga bersih kemudian ditumbuk atau digiling halus dan diperas untuk diambil air perasannya. Air perasan tersebut kemudian dioleskan ke tempat yang sakit.

  • Kandung kencing dan batu empedu

5 lembar daun tempuyung dicuci lalu diasapkan sebentar dan dicampur dengan parutan kelapa secukupnya seperti dalam membuat urap. Untuk konsumsi dimaka bersama nasi sebagai lalapan dan dapat dikonsumsi 3 kali sehari.

  • Darah tinggi

5-8 lembar daun tempuyung dicuci lalu diasapkan kemudian dicampur dengan parutan kelapa serta belimbing wuluh yang dipotong kecil-kecil sebagai campuran lalapan.

  • Kegemukan (obesitas)

4 lembar daun tempuyung ditambahkan dengan 100 ml air bersih kemudian direbus hingga mendidih, setelah mendidih diangkat dan didiamkan hingga suam-suam kuku kemudian diminum untuk sekali. Konsumsi ramuan ini dianjurkan selama 21 hari berturut-turut.