Jenu, Sang Pestisida Alami

on

Jenu atau yang biasa dikenal dengan tanaman tuba adalah tumbuhan yang biasa digunakan sebagai peracun ikan. Tanaman ini mengandung rotenone sejenis racun yang kuat untuk ikan dan serangga atau insektisida. Tanaman ini merupakan penghasil bahan beracun yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama serangga, baik di luar ruangan maupun di dalam ruangan. Bagian tanaman tuba yang paling banyak dimanfaatkan adalah bagian akar. Kandungan kimia yang terdapat dalam akar tuba adalah alkaloid, saponin, falvonoid, tanin, dan polifenol. Salah satu produksi metabolit sekunder yang dikandung oleh tanaman tuba adalah rotenon (C23H22O6) yang merupakan senyawa aktif untuk membunuh hama tanaman dan ikan liar. Kandungan rotenon tertinggi terdapat pada akar­, yaitu 0,3-12%.

Senyawa aktif lainnya yang terkandung dalam akar tuba adalah dequelin (0,15-2,9%), eliptone (0,35-4,6%) dantoxicarol (0-4,4%). Rotenon bersifat sebagai racun perutdan kontak tetapi bersifat sistemik. Rotenon yang masuk ke dalam tubuh akan membuat organisma sulit bernapas karena kesulitan mendapat oksigen. Senyawa rotenon dapat memasuki insang ikan secara langsung dan sistem kerja rotenon adalah menghambat proses oksidasi ganda NaOH2, sehingga ikan tidak dapat melakukan respirasi. Cara menghilangkan efek dari rotenon adalah dengan menggunakan potasium permanganat klorin,methylene blue, aktif karbon atau air yang diaerasi dengan kuat. Senyawa dari tanaman tuba yang bersifat racun ini tidak boleh dialirkan ke sungai karena dapat membuat ekosistem perairan mati. Tanaman ini sering digunakan sebagai racun ikan. Namun dapat juga dapat digunakan sebagai insektisida, yaitu untuk pemberantasan hama pada tanaman sayuran, tembakau, kelapa, kina, kelapa sawit, lada, teh, coklat, dan lain-lain. Di Kalimantan, ekstrak akarnya digunakan sebagai racun untuk anak panah.