Daun Dewa

Manfaat dari tanaman Daun Dewa memang luar biasa dapat mengobati macam – macam penyakit, antara lain :

Analgesik (meredakan rasa nyeri)
Anti Inflamasi (anti radang)
Sebagai antikoagulan,
mencairkan bekuan darah akibat pembengkakan
obat untuk menghentikan pendarahan.
menghilangkan panas,
membersihkan racun.
mengobati luka memar karena terpukul,
penyempitan pembuluh darah,
jantung koroner,
stroke,
infeksi kerongkongan,
gigitan binatang berbisa,
pendarahan setelah melahirkan,
kejang pada anak,
kolesterol tinggi,
Mengobati kanker payudara pada wanita
melancarkan sirkulasi darah.
obat menurunkan tekanan darah tinggi (hipertensi).
obat pereda rasa nyeri.
obat anti radang
obat meluruhkan kencing.
obat penurun panas.
obat kencing manis atau diabetes mellitus
obat pembersih racun dalam tubuh.
Sebagai obat pencegah kanker
Membantu meluruhkan urine
Mengobati luka bengkak akibat pukulan
Mengobati haid yang tidak lancar
Melancarkan peredaran darah
Menghentikan pendarahan pada mimisan, batuk darah, dan muntah darah
Mengobati luka bakar
Penghambat pertumbuhan tumor
Membantu menurunkan kolesterol
Membantu menyembuhkan penyakit TBC
Menghambat pertumbuhan Kista pada rahim wanita
Mengobati pendarahan pasca melahirkan normal
Mengobati tulang patah
Digigit binatang berbisa
Mengobati pembengkakan pada payudara
Mengobati Reumatik ( persendian )
Mengobati penyakit batu ginjal, Batuk sinusitis, Radang tenggorokan dll

Kegunaan Daun dan Umbi Daun Dewa

Daun : Penyembuhan luka terpukul, melancarkan sirkulasi, menghentikan perdarahan (Batuk darah, muntah darah, mimisan), pembengkakan payudara, infeksi kerongkongan, tidak datang haid, digigit binatang berbisa.
Umbi : Menghilangkan bekuan darah (haematom) pembengkakan, tulang patah (Fraktur),luka terpukul, megobati masuk angin dan perdarahan sehabis melahirkan.

Pengolahan obat yang berasal dari daun dewa, bisa dengan daun segar yang disajikan langsung ataupun dalam bentuk ekstrak, yaitu daun disterilkan dan dikeringkan. Setelah benar-benar kering, daun digiling hingga menjadi tepung atau simplisia. Kemudian tepung disaring agar halus rata, lalu siap dimasukkan dalam kapsul.

Menurut Dr Setiawan Dalimartha dan Hadi dari Atlas Tumbuhan Obat Indonesia, bahwa bukan hanya daunnya yang bermanfaat, juga umbinya dapat menghilangkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga memungkinkan sebagai obat stroke dan jantung koroner. Selain itu umbinya berkhasiat untuk mengatasi bengkak karena memar, tulang patah, perdarahan sehabis melahirkan, dan sakit jantung.

Prof Hembing, dalam paparannya di televisi, memasukkan daun dewa sebagai obat kanker/tumor selain temu putih. Menurutnya, daun dewa juga bisa untuk mengobati kesemutan, liver berlemak dan asam urat.

Empat mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pernah mengadakan penelitian pada tahun 2003. Hasilnya, ekstrak daun dewa terbukti dapat menghambat pertumbuhan tumor dan sel kanker.

Idealnya daun dewa untuk kesehatan :

Untuk menjaga kesehatan di lalap mentah 3 lembar/hari.
Untuk mengobati penyakit di lalap mentah 7 lembar/hari, bila dimasak cukup 11 lembar daun dewa setiap hari.

Cara pemanfaatannya, antara lain :

Daunnya ditumbuk, diperas lalu airnya diminum untuk sakit panas dan kejang pada anak.
Daun dewa dengan berat sekitar 15 gram, rebus dengan 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin, dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore, masing-masing 1/2 gelas, untuk perdarahan pada perempuan, batuk/muntah darah, dan payudara bengkak, kolesterol tinggi, hipertensi, mencegah tumor, mengobati kencing manis.
Untuk pengobatan luar, daun segar atau umbi segar digiling halus lalu tempelkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti pembengkakan payudara, memar, bengkak akibat tulang patah, wasir, digigit hewan berbisa, luka bakar, tersiram air panas, luka berdarah, bisul, koreng, radang kulit bernanah, borok di kaki, cantengan dan kutil.
Umbinya seberat 15 gram di tumbuk ditambah air dan diperas, air perasannya di minum setiap hari, untuk penyakit : batu kandung kemih, menghilangkan bekuan darah di pembuluh darah, tumor, sakit jantung, stroke, infeksi kerongkongan, terlambat datang bulan.

Tanaman daun dewa mengandung berbagai unsur kimia, antara lain saponin, flavonoid, minyak atsiri, dan antikoagulan. Efek farmakologis daun dewa adalah antikoagulan (koagulan=zat yang mempermudah dan mempercepat pembekuan darah), mencairkan bekuan darah, stimulasi sirkulasi, menghentikan perdarahan, menghilangkan panas, dan membersihkan racun.