Bunga Pagoda

on

Bunga Pagoda yang biasa dimanfaatkan sebagai tanaman hias maupun peneduh di jalan ternyata tak kalah dengan bunga matahari yang juga memiliki khasiat sebagai tanaman obat. Bagian akar bunga pagoda memiliki sifat dingin dan rasanya pahit. Khasiatnya sebagai antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghilangkan bengkak, dan menghancurkan darah beku. Akar bunga pagoda ini biasa digunakan untuk mengobati beberapa penyakit seperti sakit pinggang (lumbago), nyeri pada rematik, tuberkulosis paru (TB paru) yang disertai batuk darah, wasir berdarah (hemoroid), berak darah (disentri), susah tidur (insomnia), dan bengkak (memar) akibat terbentur benda keras. Bunga pagoda memiliki rasa yang manis dan sifatnya hangat. Berkhasiat sedatif dan hemostatis (menghentikan pendarahan). Bunga pagoda biasa digunakan untuk mengobati penderita anemia, keputihan, wasir berdarah, dan susah tidur (insomnia). Sedangkan daunnya berkhasiat sebagai antiradang dan mengeluarkan nanah.

RAMUAN TRADISIONAL

  1. Mengobati bisul dan koreng
    Ambil daun dan bunga pagoda yang masih segar, cuci bersih dan digiling atau ditumbuk hingga halus. Tambahkan sedikit madu, kemudian diaduk hingga rata. Tempelkan ramuan tersebut diatas bisul atau koreng. Jika sudah kering bisa diganti dua atau tiga kali sehari.
  2. Mengobati susah tidur (insomnia)
    Ambil bunga pagoda kering secukupnya, kemudian digiling hingga menjadi serbuk. Ambil satu sendok teh serbuk tadi, lalu masukkan ke dalam satu seloki arak manis. Aduk rata, lalu minum sekaligus pada malam hari menjelang tidur.
  3. Mengobati Wasir Berdarah
    Cuci bersih 30 gram bunga pagoda dengan usus sapi. Bisa dijadikan sayur atau ditumis. Setelah matang, kuahnya diminum dan usus sapinya bisa dimakan sebagai lauk.