Brotowali

                         Tanaman yang selalu dikaitkan dengan rasa pahit pada jamu ini berbentuk semak, memanjat, dan termasuk tanaman tahunan. Secara morfologi, brotowali memiliki batang yang bulat, berkayu, daun tunggal berbentuk jantung, bunga majemuk, serta buah batu, kecil, hijau. Tumbuhan yang bisa ditanam di pekarangan rumah ini ternyata memiliki kandungan yang berkhasiat. Kandungan yang ada pada tanaman brotowali diantaranya flavonoid, kolumbin, glikosida, alkaloid berberin, kaokilin, steroid, terpen, alkaloid, barberin, damar lunak, dan zat pahit pikroretien.

                  Bagian tanaman brotowali yang dapat dijadikan obat adalah akar, daun, dan batang. Akar brotowali mengandung senyawa berberin dan kolumbin yang bersifat sebagai zat antimikrobia. Daun brotowali dapat berkhasiat sebagai obat pencahar, obat luka, serta obat diabetes mellitus. Sedangkan batang brotowali dapat meningkatkan nafsu makan dan mengatasi rasa nyeri pada tubuh.

                     Salah satu khasiat tanaman brotowali yang disebutkan di atas adalah sebagai obat diabetes mellitus. Cara mengolahnya yaitu sediakan 6 cm batang brotowali, 1/3 genggam daun sambiloto, 1/3 genggam daun kumis kucing, dan 3 gelas air. Kemudian cuci bersih dan potong – potong semua herba tersebut, rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 2 gelas. Setelah dingin, saringlah air tersebut kemudian diminum 1 gelas setelah makan 2 kali sehari. Pada pengobatan penyakit diabetes mellitus harus diperhatikan jeda waktu antara meminum obat dari dokter dan meminum ramuan brotowali. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi tabrakan manfaat antar 2 jenis obat tersebut.